Ia menegaskan bahwa aksi solidaritas ini penting untuk membantu pasien Thalassemia dan masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.
Panitia juga menyiapkan berbagai doorprize untuk menarik partisipasi masyarakat agar lebih antusias mengikuti kegiatan.
Yudha tidak menargetkan jumlah tertentu, namun berharap partisipasi warga bisa semakin luas.
Ia juga mendorong generasi muda atau Gen Z untuk mulai menjadi pendonor aktif karena saat ini masih didominasi kelompok usia lebih tua.
“Kalau target saya gak bisa bilang, tapi saya ingin sebanyak-banyaknya. Makanya saya menyediakan doorprize, sebanyak-banyaknya warga untuk bisa ikut mendonorkan darahnya terutama ke pendonor pemula karena kita membutuhkan terutama yang dari Gen Z yang mau donor darah,” tandasnya.
Gerakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah secara berkelanjutan.
Setiap tetes darah yang disumbangkan dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata yang dapat menyelamatkan nyawa orang lain.









