“Ada lima orang pekerja di lokasi, namun kedua korban (AP dan AN) yang bertugas naik ke atas tower (untuk melakukan penurunan material besi),” jelasnya.
Kedua korban diketahui berada di stage kedua bagian atas dengan posisi saling berhadapan ketika proses pembongkaran berlangsung.
Saat material besi hendak diturunkan, struktur tower diduga tidak lagi mampu menopang beban hingga akhirnya roboh dan menimpa pohon ketapang.
Polisi mengingatkan seluruh pekerja yang menangani pekerjaan berisiko tinggi agar mengutamakan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3.
“Pertimbangkan dan identifikasi risikonya dengan matang terlebih dahulu. Kemudian persiapkan K3 hingga peralatan dengan baik demi mencegah potensi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” tegasnya.
Hingga kini, kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi dan mendalami penyebab pasti robohnya tower serta prosedur pembongkaran yang dilakukan.
Usai kejadian, personel Polres Banjar langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit di Kota Banjar.
Sementara itu, pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Banjar, Ganda Sasmita, menjelaskan tower tersebut sebelumnya digunakan sebagai jaringan internet aplikasi Simda.









