Selain itu, pembangunan pipa transmisi gas Semarang-Solo memperoleh alokasi Rp702,38 miliar dan proyek pipa gas Cirebon-Bandung sebesar Rp577,56 miliar.
Kedua proyek multiyears tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas jaringan gas nasional sekaligus menjaga keandalan pasokan energi di berbagai wilayah.
Di sektor energi baru terbarukan, Kementerian ESDM juga menyiapkan anggaran Rp635,2 miliar untuk program motor listrik.
Program kompor listrik mendapat alokasi Rp815,6 miliar, sedangkan pembangunan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) memperoleh anggaran Rp58,58 miliar.
“Program kompor listrik kita lakukan juga untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap LPG . Kita mencari sumber energi lain kedepan tidak hanya LPG saja termasuk pemanfaatan CNG,” imbuhnya.
Melalui kebijakan anggaran tersebut, pemerintah berupaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke berbagai pelosok daerah.









