Penjelasan BMKG Soal Megathrust Selat Sunda
Melalui keterangan tertulis, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan pembahasan mengenai potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut bukan hal baru.
Menurut dia, isu gempa di zona megathrust sudah lama, bahkan sudah ada sejak sebelum terjadi Gempa dan Tsunami Aceh 2004.
Munculnya kembali pembahasan potensi gempa di zona megathrust saat ini, kata dia, bukan bentuk peringatan dini yang seolah-olah dalam waktu dekat akan terjadi gempa besar. ”Tidak demikian,” katanya.
[caption id=”attachment_793″ align=”aligncenter” width=”773″]
BMKG hanya mengingatkan kembali keberadaan Zona Megathrust Selat Sunda sebagai sebuah potensi yang diduga para ahli sebagai zona kekosongan gempa besar yang sudah berlangsung selama ratusan tahun.
Karena dapat melepaskan energi gempa signifikan yang dapat terjadi sewaktu-waktu, maka seismic gap harus diwaspadai.
Ditegaskan bahwa muncul kembali pembahasan potensi gempa di zona megathrust tidak berkaitan langsung dengan kejadian gempa 7,1 magnitudo di Tunjaman Nankai dan Prefektur Miyazaki Jepang.
RADARSINGAPARNA - Zero-Day AI Attack kini jadi ancaman serius dalam keamanan digital global. Agen AI…
RADARSINGAPARNA - AI agent payments dan pembayaran otomatis kini jadi kenyataan menegangkan sekaligus menarik. Agen…
RADARSINGAPARNA - YouTube AI Music Hosts hadir sebagai inovasi baru dalam musik digital. Fitur ini…
RADARSINGAPARNA - AI slop dan konten AI buruk menjadi fenomena berbahaya di era digital. Keduanya…
RADARSINGAPARNA - Google terus menghadirkan inovasi baru di bidang kecerdasan buatan, salah satu yang kini…
RADARSINGPARNA - AI Avatar 3D kini menjadi salah satu topik terpopuler di dunia digital. Banyak…
This website uses cookies.