Selain itu, gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi aktif di Jawa Timur bagian utara, Sulawesi Selatan bagian selatan, dan Papua Selatan.
Gelombang Kelvin juga diperkirakan memengaruhi Sumatra Barat, Riau, Jambi, Nusa Tenggara Timur, Maluku bagian selatan, serta Papua bagian selatan.
BMKG turut memprakirakan terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Papua yang dapat memicu perlambatan dan pertemuan angin sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan.
Menurut BMKG, kombinasi berbagai fenomena atmosfer tersebut bersama kondisi atmosfer lokal yang masih labil menjadi penyebab tingginya potensi hujan meskipun musim kemarau mulai meluas.
Untuk periode 26 hingga 28 Juni 2026, hujan ringan hingga lebat diprakirakan masih mendominasi cuaca di Indonesia.
BMKG menetapkan status siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di Aceh dan Maluku.
Potensi angin kencang juga perlu diwaspadai di Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
Memasuki periode 29 Juni hingga 2 Juli 2026, hujan ringan hingga lebat diperkirakan masih berpeluang terjadi di berbagai daerah.









