
RADARSINGAPARNA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Indonesia pada 26 Juni hingga 2 Juli 2026 meskipun musim kemarau terus meluas.
Informasi tersebut, dilansir dari laman Infopublik.id, didasarkan pada analisis BMKG yang menunjukkan sekitar 37,6 persen wilayah Indonesia atau 263 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau pada dasarian III Juni 2026.
Di sisi lain, berbagai fenomena atmosfer yang berlangsung secara bersamaan masih menciptakan kondisi yang mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah daerah.
Selama 22 hingga 24 Juni 2026, suhu udara maksimum berkisar 35 hingga 35,5 derajat Celsius terpantau di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Sementara itu, suhu tertinggi mencapai 38,6 derajat Celsius tercatat di Papua Barat.
Meski kemarau mulai mendominasi, hujan lebat masih terjadi di berbagai wilayah dengan curah hujan tertinggi mencapai 149 milimeter per hari di Kalimantan Barat.
Wilayah lain yang juga mengalami curah hujan tinggi antara lain Jawa Timur, Kepulauan Riau, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Papua Tengah, DKI Jakarta, Aceh, Nusa Tenggara Barat, dan Jambi.
Fenomena Atmosfer Masih Aktif
BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diprakirakan melintasi Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, bagian selatan Kepulauan Riau, Maluku timur, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, Laut Banda, dan Laut Arafuru.









