Home Nasional AI Dinilai Tak Bisa Gantikan Peran Guru dan Kiai dalam Pendidikan Islam

AI Dinilai Tak Bisa Gantikan Peran Guru dan Kiai dalam Pendidikan Islam

AI Dinilai Tak Bisa Gantikan Peran Guru dan Kiai dalam Pendidikan Islam. -Kemenag-

RADARSINGAPARNA.COM – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan madrasah dan pesantren dinilai harus menjadi sarana pendukung pembelajaran tanpa menggeser peran guru, ustaz, maupun kiai dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik.

Pandangan tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Arskal Salim, saat menjadi pembicara pada sesi panel Pra Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026 di Jakarta sebagaimana dilansir dari laman kemenag.go.id.

Forum yang digelar Komisi D (Pendidikan, Sains, dan Teknologi) Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengangkat tema transformasi pendidikan Islam dalam menghadapi perkembangan Artificial Intelligence.

Arskal yang hadir mewakili Direktur Jenderal Pendidikan Islam menjelaskan bahwa AI mampu mempercepat akses informasi, mendukung pembelajaran yang lebih personal, hingga mempermudah administrasi pendidikan.

Menurutnya, kecanggihan teknologi hanya dapat menjalankan fungsi transfer of knowledge, sedangkan transfer of value tetap menjadi tanggung jawab utama para pendidik.

“Guru, ustaz, dan kiai bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan akhlak, adab, keteladanan, serta membangun hubungan spiritual dengan peserta didik. Ruang ini tidak dapat diambil alih oleh AI,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (27/06/2026).

Penguatan Guru Jadi Prioritas

Arskal juga mengingatkan bahwa penggunaan AI secara berlebihan berpotensi mengurangi interaksi langsung antara guru dan murid sehingga dapat melemahkan tradisi sanad keilmuan yang selama ini menjadi fondasi pendidikan Islam.