Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan santunan uang tunai dari berbagai sumber pendanaan sosial.
Sebanyak 2.650 penerima berasal dari program Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Sementara Kemenag Ciamis memberikan bantuan kepada 259 orang yang terdiri atas 239 anak yatim dan 20 penyandang disabilitas.
Madrasah di tingkat kecamatan juga menyalurkan bantuan kepada 1.053 penerima yang meliputi 1.033 anak yatim dan 20 penyandang disabilitas.
“Terkumpul 3.962 orang yang menerima bantuan santunan, pendidikan, beasiswa, dan bantuan pelatihan bagi anak yatim dan penyandang disabilitas,” ujarnya.
Kegiatan bertema Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak Untuk Negeri itu juga menjadi wadah bagi anak yatim dan penyandang disabilitas untuk menampilkan kemampuan serta karya mereka.
Menurut Wahidin, acara tersebut sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang lebih inklusif serta berbasis digital.
“Bahkan mendorong masyarakat peningkatan adopsi berzakat secara digital melalui platform dan aplikasi zakat resmi,” katanya.
Ia berharap program tersebut mampu menjadi awal bagi tumbuhnya kemandirian dan pengembangan potensi para penerima manfaat.
“Saya berharap bantuan ini bukan hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga menumbuhkan semangat, rasa percaya diri agar anak anak untuk terus belajar serta meraih cita-cita mereka,” ujarnya.









