Komisi IV DPRD Pangandaran menyoroti dugaan kelangkaan obat di sejumlah puskesmas. -Radartasik.id-
RADARSINGAPARNA.COM – Komisi IV DPRD Kabupaten Pangandaran menyoroti laporan terkait dugaan kelangkaan obat di sejumlah puskesmas.
Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena sebagian pasien harus membeli obat di apotek dengan biaya sendiri.
Anggota Komisi IV DPRD Pangandaran Iwan M Ridwan mengatakan pihaknya telah memanggil seluruh kepala puskesmas untuk meminta penjelasan sekaligus mencari solusi.
Menurutnya, persoalan ini berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat.
BACA JUGA: Satu Tahun Cecep-Asep Pimpin Tasikmalaya, DPRD Apresiasi Capaian di Tengah Keterbatasan Anggaran
Dari hasil pertemuan dengan para kepala puskesmas, Komisi IV memperoleh informasi bahwa pengadaan kebutuhan operasional seperti obat-obatan dan alat kesehatan belum direalisasikan sejak Januari hingga April 2026.
Iwan menjelaskan kondisi tersebut menjadi perhatian karena setiap puskesmas menerima dana kapitasi dari BPJS Kesehatan yang dicairkan setiap bulan.
Selain itu, puskesmas memperoleh dana nonkapitasi untuk mendukung pelayanan.
Sesuai aturan yang berlaku, sedikitnya 60 persen dana kapitasi digunakan untuk jasa pelayanan kesehatan atau remunerasi pegawai.
RADARSINGAPARNA.COM – Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pangandaran menghentikan sementara kegiatan…
RADARSINGAPARNA.COM – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memperkuat pelaksanaan reforma agraria melalui pembentukan Tim Terpadu Gugus Tugas…
RADARSINGAPARNA.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai…
RADARSINGAPARNA.COM – Kepemimpinan Bupati Tasikmalaya H Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati H Asep Sopari…
RADARSINGAPARNA.COM – Persib Bandung mulai menyiapkan langkah menghadapi Super League musim 2026/2027. Setelah menikmati masa…
RADARSINGAPARNA.COM – Persib Bandung kembali mendapatkan kesempatan untuk tampil di ajang internasional. Sukses menjuarai BRI…
This website uses cookies.