Sebaliknya, golongan karet dan barang dari karet menjadi komoditas dengan penurunan ekspor terbesar, yakni USD 94,41 juta atau 14,64 persen.
Amerika Serikat menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Jawa Barat dengan nilai USD 2,63 miliar.
Filipina berada di posisi kedua dengan nilai USD 1,47 miliar, disusul Jepang sebesar USD 1,15 miliar.
Kontribusi tiga negara tersebut mencapai 33,08 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Barat.
Ekspor ke kawasan ASEAN mencapai USD 4,37 miliar, sedangkan tujuan Amerika dan Eropa menyumbang USD 5,96 miliar.
Secara sektoral, ekspor pertanian naik 3,11 persen dan industri pengolahan meningkat 3,85 persen.
Sementara itu, sektor pertambangan turun 8,84 persen dan migas terkoreksi 14,78 persen.
Di sisi lain, nilai impor Jawa Barat selama Januari-Mei 2026 tercatat USD 4,66 miliar atau turun 7,08 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Impor nonmigas mencapai USD 4,39 miliar atau naik 1,07 persen, sedangkan impor migas merosot 60,48 persen menjadi USD 262,21 juta.
Nilai impor pada Mei 2026 sebesar USD 0,98 miliar atau turun 4,94 persen dibanding Mei 2025.
Impor nonmigas Mei 2026 justru meningkat 7,38 persen menjadi USD 0,95 miliar.









