Ia kemudian menyoroti masih adanya anak putus sekolah yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Para kepala desa diminta turun langsung untuk mencari dan memahami penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan di wilayahnya.
Menurutnya, penyelesaian persoalan pendidikan harus berbasis data dan kondisi nyata di lapangan agar tidak salah sasaran.
Pemerintah daerah juga menegaskan kesiapan untuk membantu kebutuhan dasar siswa yang mengalami hambatan ekonomi.
Program Indonesia Pintar (PIP) disebut sebagai salah satu jalur bantuan yang bisa dimaksimalkan untuk mendukung keberlanjutan sekolah anak.
Selain pendidikan, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi penanganan stunting yang masih menjadi isu kesehatan masyarakat.
Meski terjadi penurunan, upaya pencegahan tidak boleh dikendurkan terutama di tingkat desa.
Ia meminta kepala desa untuk lebih sigap dalam merespons berbagai persoalan sosial yang muncul di masyarakat.
Setiap kendala yang ditemukan di lapangan diharapkan segera dilaporkan agar dapat ditangani secara bersama.
“Bapak/Ibu bersama-sama harus melakukan solusi konkret atas masalah yang timbul. Kalau ada masalah jangan diam, paling tidak ceritakan dan sampaikan kepada Pak Camat. Bahkan kalau memungkinkan, Bapak/Ibu bisa menceritakannya langsung kepada saya,” tambahnya.









