Menurutnya, penguatan kapasitas kader juga menjadi tindak lanjut atas hasil asersi BPKP Perwakilan Jawa Barat pada lima sektor prioritas nasional.
“Selain meningkatkan kemampuan pengelolaan data melalui aplikasi e-HDW, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut atas hasil asersi BPKP Perwakilan Jawa Barat pada lima sektor prioritas nasional, salah satunya adalah percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Ciamis Kania Ernawati Herdiat menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia menyebut keberadaan KPM sangat berperan dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya penanganan stunting.
Kania juga menegaskan komitmen Tim Pembina Posyandu di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan untuk mengintegrasikan berbagai program konvergensi percepatan penurunan stunting.
Menurutnya, Posyandu kini memiliki tanggung jawab yang lebih luas dengan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus tersedia sehingga diperlukan keterlibatan aktif para kader.
“Dengan keterlibatan aktif KPM, diharapkan pelayanan 6 bidang SPM pada 1.623 Posyandu yang tersebar di Kabupaten Ciamis dapat berjalan dengan baik dan merata,” ungkapnya.









