Diskusi itu mencakup jadwal berkumpulnya pemain di Persija Training Ground, agenda pertandingan persahabatan, hingga sinkronisasi dengan berbagai program komersial yang dimiliki klub.
Prapanca menjelaskan bahwa setelah memperoleh gambaran lengkap dari Shin Tae-yong mengenai jadwal dan kebutuhan tim, manajemen baru bisa menentukan kegiatan pra musim yang paling ideal.
Dengan demikian, seluruh program yang disiapkan dapat berjalan selaras antara aspek teknis dan kepentingan komersial klub.
Di sisi lain, Persija juga mulai bergerak cepat dalam membangun komposisi skuad yang akan bersaing pada musim depan.
Pembenahan tim dilakukan sejak dini agar Shin Tae-yong memiliki waktu yang cukup untuk membentuk karakter permainan sesuai dengan filosofi yang diinginkannya.
Prapanca menaruh harapan besar kepada pelatih asal Korea Selatan tersebut.
“Selanjutnya kebutuhan pra musim atau jadwal friendly match nanti saya harus diskusi dengan Coach Shin Tae-yong, seperti tim kapan kumpul dan schedule-nya. Setelah itu saya bisa tahu mana yang cocok dari pihak komersial untuk melakukan kegiatan-kegiatan pra musim,” tutur Prapanca lagi.









