Bek jebolan Akademi Persib tersebut menilai Portugal memiliki modal yang cukup untuk tampil dominan sepanjang turnamen karena ditopang oleh sejumlah gelandang berkualitas yang mampu mengontrol permainan dan menjaga konsistensi tim di setiap pertandingan.
Meski menjagokan Portugal sebagai kandidat terkuat juara, Kakang mengakui bahwa persaingan di Piala Dunia 2026 dipastikan berlangsung sengit.
Baginya, kekuatan sebuah tim tidak semata-mata ditentukan oleh nama besar atau status para pemain yang menghuni skuad.
Pemain asal Cianjur itu mengaku lebih tertarik menilai kekompakan dan performa kolektif sebuah tim dibanding sekadar melihat deretan bintang yang tampil di atas lapangan.
Faktor kerja sama, organisasi permainan, dan mental bertanding dinilainya akan sangat menentukan perjalanan setiap negara dalam perburuan gelar juara dunia.
Di tengah kesibukannya sebagai pemain profesional, Kakang juga berencana tetap mengikuti jalannya pertandingan Piala Dunia 2026.
Turnamen empat tahunan tersebut menyimpan kenangan tersendiri baginya sejak masih kecil.
Ia mengenang masa-masa ketika harus menahan kantuk demi menyaksikan pertandingan Piala Dunia selepas sahur.









