Aktivitas transaksi juga cukup tinggi dengan nilai mencapai Rp13,79 triliun dari 24,71 miliar saham yang berpindah tangan melalui 1,48 juta transaksi.
Rebound Setelah Tekanan Jual Besar
Kebangkitan IHSG terjadi setelah pasar mengalami gejolak tajam. Dalam tiga dari empat sesi perdagangan terakhir, indeks sempat anjlok lebih dari 4 persen.
Fluktuasi yang ekstrem tersebut mencerminkan pasar yang masih berupaya mencari titik keseimbangan usai dihantam aksi jual besar.
Secara teknikal maupun psikologis, lonjakan tajam yang terjadi sejak pembukaan lebih mencerminkan munculnya aksi bargain hunting dibandingkan perubahan sentimen pasar secara menyeluruh.
Investor mulai memanfaatkan koreksi tajam sebelumnya untuk kembali mengoleksi saham-saham berfundamental kuat.
Reli IHSG terutama digerakkan oleh saham-saham berkapitalisasi besar yang memberikan kontribusi terbesar terhadap indeks.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi penopang utama dengan kontribusi sebesar 26,66 poin indeks.
Di belakangnya, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyumbang sekitar 22 poin, disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 18,77 poin, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 18,73 poin, dan PT Astra International Tbk (ASII) yang menyumbang 9,97 poin.









