“Teknologi fermentasi pakan M-Bio dapat meningkatkan kecernaan dan kualitas nutrisi pakan, sehingga berdampak pada pertumbuhan dan produktivitas ternak. Harapannya, santri tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya sebagai bekal usaha di masa depan,” ujarnya.
Sebelum sesi pelatihan dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai pakan ternak dan teknologi fermentasi.
Bekal Keterampilan dan Peluang Usaha
Para akademisi kemudian memberikan materi mengenai dasar-dasar fermentasi pakan, manfaat penggunaan M-Bio, hingga peluang pengembangan usaha peternakan domba di lingkungan pesantren.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Unsil dalam mengaplikasikan hasil penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan kepada masyarakat secara langsung.
Melalui program ini, teknologi fermentasi pakan M-Bio diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ternak domba sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi pesantren dan masyarakat sekitar.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pesantren, dan pelaku usaha peternakan menjadi langkah strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang terampil, produktif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian dan peternakan berkelanjutan,” terangnya.









