
RADARSINGAPARNA.COM – Di RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya, antrean pasien poli kejiwaan terus bertambah setiap hari dengan beban yang tak terlihat secara fisik.
Dilansir dari laman radartasik.id, kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pasien gangguan kesehatan jiwa yang datang dari berbagai kalangan masyarakat.
Mereka tidak membawa berkas atau keluhan fisik biasa, melainkan beban psikologis yang semakin berat dari waktu ke waktu.
Fenomena ini terjadi secara konsisten dari bulan ke bulan hingga menjadi perhatian pihak rumah sakit.
Lonjakan Pasien Gangguan Jiwa dan Keterbatasan Layanan
Pasien yang datang bukan untuk keluhan seperti demam atau cedera, melainkan kondisi mental yang mereka alami sendiri.
Sebagian mengaku kehilangan semangat hidup, mengalami gangguan tidur, hingga kesulitan membedakan kecemasan dengan realitas.
Kondisi tersebut membuat jumlah pasien terus meningkat dan membebani layanan kesehatan jiwa di rumah sakit tersebut.
Saat ini RSUD dr Soekardjo hanya mampu melayani antara 30 hingga 60 pasien setiap hari karena keterbatasan tenaga medis.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Soekardjo, dr Titie Purwaningsari, menyebut keterbatasan dokter menjadi faktor utama terbatasnya layanan.









