
RADARSINGAPARNA.COM – Tradisi Hajat Laut kembali dilaksanakan oleh masyarakat nelayan Pangandaran dalam rangka menyambut pergantian tahun baru Islam dengan pusat kegiatan di kawasan Pantai Timur Pangandaran.
Kegiatan yang dilansir dari laman radartasik.id tersebut menjadi bagian dari tradisi tahunan masyarakat pesisir yang sarat dengan nilai budaya, kebersamaan, dan rasa syukur atas hasil laut yang diperoleh para nelayan.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, menegaskan bahwa Hajat Laut bukan sekadar seremoni tahunan semata.
Menurutnya, tradisi tersebut merupakan bentuk ungkapan syukur sekaligus sarana menjaga warisan budaya yang telah hidup di tengah masyarakat pesisir selama bertahun-tahun.
Jeje mengatakan pelaksanaan Hajat Laut biasanya berlangsung pada akhir tahun Hijriah dan awal bulan Muharram sebagai momentum pergantian tahun dalam kalender Islam.
“Biasanya dilaksanakan di akhir tahun Hijriah dan awal Muharram. Saya selalu berpikir, apa yang dilakukan ini pada dasarnya adalah bentuk syukuran,” katanya kepada Wartawan Selasa (16/6/2026).









