Makna kedua diwujudkan melalui prosesi tabur bunga dan pelepasan air doa ke tengah laut.
Sementara makna ketiga adalah evaluasi terhadap kehidupan dan aktivitas nelayan selama satu tahun terakhir sebagai bahan refleksi bersama.
Jeje menegaskan bahwa prosesi tabur bunga tidak berkaitan dengan ritual mistis, melainkan simbol kasih sayang masyarakat terhadap laut sebagai sumber penghidupan.
“Kenapa tabur bunga? Karena bunga itu tanda cinta, cinta laut dan sayang laut,” ucapnya.
Sedangkan air doa yang dihanyutkan ke laut menjadi bentuk penghormatan kepada para nelayan yang hilang atau meninggal dunia saat melaut dan belum ditemukan.









