Masyhud mengatakan peningkatan fasilitas simulator pelayaran dan kualitas tenaga pengajar menjadi bagian penting untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tuntutan industri maritim global.
“Selain itu, fasilitas simulator juga terus kami tingkatkan, kualitas instruktur diperkuat, dan kurikulum diselaraskan dengan kebutuhan industri maritim global,” katanya.
Selain Maritime Expo yang berlangsung pada 23-24 Juni 2026, rangkaian Hari Pelaut Sedunia juga diisi berbagai kegiatan yang menyasar kebutuhan pelaut dan keluarganya.
Kegiatan tersebut mencakup pemberian persetujuan kepada lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan, santunan dan asuransi bagi keluarga pelaut, layanan kesehatan, donor darah, hingga pelayanan dokumen kepelautan.
Pada puncak peringatan 25 Juni 2026, Kementerian Perhubungan juga menggelar Strategic Maritime Forum 2026 sebagai ruang dialog antara pemerintah, industri, akademisi, dan pemangku kepentingan maritim.
Forum itu diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pelayaran terhadap perekonomian nasional.









