Ketua Yayasan Visi Nusantara, Yusfitriadi, mengatakan pihaknya sedang membangun ekosistem pendidikan yang terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
“Kami memang sedang membangun sinergi dengan beberapa pihak, terutama yang langsung bersentuhan dengan isu-isu di akar rumput, salah satunya adalah Kementerian Sosial. Karena Kementerian Sosial inilah yang meng-create berbagai macam program-program di tingkat masyarakat yang saya pikir akan banyak bersentuhan dengan kami sebagai perguruan tinggi,” ujarnya.
Fokus Pengentasan Kemiskinan
Rektor ITB Visi Nusantara Bogor, Daniel Zuchron, menjelaskan kampusnya sedang mengembangkan kurikulum berbasis desa untuk mencetak lulusan yang siap membangun daerah asal masing-masing.
“Karena kita mau bicara dari desa. Maka 416 desa yang ada di Kabupaten Bogor akan terisi penuh dan empat tahun mereka akan kita latih sebagai sarjana desa,” katanya.
Menanggapi gagasan tersebut, Agus Jabo menjelaskan Kemensos saat ini fokus pada pemutakhiran DTSEN, penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran, dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
“Sekolah Rakyat ini program prioritas Bapak Presiden yang dimaksudkan untuk memutus transmisi kemiskinan. Presiden tidak ingin kalau orang tuanya miskin, anaknya ikut miskin,” kata Agus Jabo.









