Ia menilai pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan sosial sehingga program pemberdayaan masyarakat terus diperkuat.
“Saya berkomitmen sama Pak Menteri, kalau kemudian bansos terus-menerus dipertahankan ini tidak produktif. Kita mau hijrah. Masyarakat miskin yang masih produktif kita intervensi, kita berdayakan,” ujarnya.
Kemensos melihat peluang kerja sama dengan ITB Visi Nusantara dalam pengembangan program Kampung Berdaya di wilayah desa dengan tingkat kemiskinan tinggi.
“Kita berkolaborasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa. Syukur-syukur lulusan-lulusan ITB Vinus bisa menjadi pendamping karena punya ilmunya. Kita menyediakan arenanya, kita intervensi modalnya, memberikan pekerjanya, nanti kalian menjadi tim pendamping di sana, jadi kolaborasinya dalam rangka pengentasan kemikinan caranya dengan pemberdayaan masyarakat di desa-desa” katanya.
Selain pemberdayaan masyarakat, Kemensos juga membuka peluang akses pendidikan tinggi bagi lulusan Sekolah Rakyat yang ingin melanjutkan kuliah.
“Maka harus kita pastikan anak-anak yang lulus dari Sekolah Rakyat ini harus ditampung di perguruan tinggi kalau mereka mau kuliah,” ujarnya.









