Gus Ipul juga meminta seluruh sentra dan balai Kemensos memberikan pendampingan selama masa perpindahan dari Sekolah Rakyat rintisan menuju gedung permanen.
“Tolong dibantu masa transisi dari rintisan ke gedung permanen. Laporkan jika ada pengadaan. Jangan sampai membangun hal-hal yang tidak penting hanya demi mengejar penyerapan anggaran,” tegasnya.
Kemensos turut menyiapkan mekanisme seleksi siswa secara transparan bersama pemerintah daerah, terutama di wilayah yang jumlah pendaftarnya melebihi kuota.
Menurut Gus Ipul, tingginya animo masyarakat menjadi bukti besarnya kebutuhan akses pendidikan bagi keluarga rentan sehingga pemerintah menyiapkan berbagai alternatif bagi anak-anak yang belum tertampung.
“Kita melihat kebutuhan masyarakat sangat besar. Ini menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk memperluas jangkauan program ke depan agar semakin banyak anak dari keluarga miskin yang bisa mendapatkan akses pendidikan berkualitas,” ujarnya.
Di sisi lain, proses rekrutmen guru, wali asuh, wali asrama, dan tenaga kependidikan terus dipercepat agar seluruh personel sudah bertugas sebelum MPLS dimulai.









