Gus Ipul menegaskan kegiatan MPLS harus berlangsung edukatif, ramah anak, serta bebas dari kekerasan maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kontroversi.
“Tujuan MPLS adalah mengenalkan lingkungan sekolah dan membangun semangat belajar. Jangan ada kekerasan fisik maupun kegiatan yang memberatkan siswa.
Banyak anak yang datang dengan latar belakang kerentanan, sehingga pendekatannya harus humanis dan menyenangkan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan hasil koordinasi lintas kementerian yang menunjukkan Presiden memberi perhatian khusus terhadap pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kerapian siswa Sekolah Rakyat.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pertahanan akan menugaskan lima taruna di setiap Sekolah Rakyat untuk mendukung pembinaan karakter dengan sekitar 1.000 taruna mulai diberangkatkan pada awal Agustus 2026 selama kurang lebih satu pekan.
“Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pembentukan karakter siswa Sekolah Rakyat. Karena itu, Kementerian Pertahanan akan membantu melalui penugasan taruna untuk mendukung pembinaan kedisiplinan dan kerapian siswa,” ujar Agus Jabo.









