
RADARSINGAPARNA.COM – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yakin produksi padi pada 2026 dapat melampaui capaian tahun sebelumnya meski musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih kering dan lebih lama.
Dilansir dari laman jabarprov.go.id, optimisme tersebut disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat Dadan Hidayat yang memproyeksikan produksi padi sawah dan ladang tahun ini berada di atas realisasi 2025 yang mencapai 10,226 juta ton gabah kering giling.
Berbagai langkah telah disiapkan untuk menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau berlangsung.
Salah satu upaya yang didorong adalah penggunaan benih padi yang memiliki ketahanan terhadap kondisi kekeringan lahan.
Varietas yang direkomendasikan antara lain Inpago 4, Inpago 5, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpago 11 Agritan, Inpago 12 Agritan, Inpago 13 Fortiz, Inpari 32, Inpari 38 Tadah Hujan Agritan, Inpari 39 Tadah Hujan Agritan, Inpari 40 Agritan, Inpari 41 Tadah Hujan Agritan, Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 43 Agritan GSR, Inpari 46 GSR Tadah Hujan, Cisaat, Situbagendit, Situpatenggang, Cakrabuana, serta varietas lokal sejenis.









