“Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura pun menyiapkan bantuan benih bersertifikat untuk komoditas padi dan jagung, salah satu peruntukkannya bagi petani yang terdampak bencana kekeringan maupun percepatan tanam pada lokasi yang masih tersedia sumber airnya. Rincian bantuannya, benih padi ibrida untuk 21.825 hektar dan benih jagung hibrida untuk 1.000 hektar,” ujar Dadan, Senin (22/6/2026).
Strategi Hadapi Ancaman Kekeringan
Selain penggunaan benih tahan kering, petani juga diminta memaksimalkan sarana pengairan yang telah tersedia, termasuk pompa air.
Pemda Provinsi Jawa Barat juga akan menyalurkan air dari sumber terdekat ke area persawahan melalui pembangunan jaringan pipa.
Perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi tersier turut menjadi langkah yang disiapkan untuk mengantisipasi berkurangnya pasokan air saat kemarau.
“Kami imbau petani untuk menggunakan air secara efisien,” kata Dadan.
Dukungan lain yang akan diberikan meliputi pembangunan embung, sumur dangkal, dan sumur dalam untuk memperkuat ketersediaan air di kawasan pertanian.
Selain itu, sarana pompanisasi dan irigasi perpompaan juga akan disediakan guna mendukung kebutuhan petani selama musim kemarau.









