Dalam demonstrasi tersebut, anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, turut melakukan simulasi pendaftaran bantuan sosial secara langsung.
Proses pengajuan dilakukan melalui laman perlinsos.kemensos.go.id menggunakan Nomor Induk Kependudukan dan verifikasi biometrik berupa pemindaian wajah.
Perwakilan Dewan Ekonomi Nasional, Rahmat Danu Andika, menjelaskan bahwa sistem tersebut dirancang untuk memastikan identitas pemohon sesuai dengan data resmi pemerintah.
“Barusan yang terjadi adalah satu, dicek bahwa yang bersangkutan betul manusia di depan handphone, dan yang kedua dicek ke Dukcapil sebagai source of truth biometrik populasi Indonesia. Bahkan tanpa meng-input nama, data langsung muncul secara real-time sebagai balikan dari Dukcapil,” jelasnya.
Verifikasi Data Dilakukan Secara Real Time
Rahmat menerangkan bahwa setelah proses autentikasi biometrik selesai, sistem langsung melakukan pengecekan ke berbagai basis data yang terhubung secara otomatis.
“Begitu pengajuan dilakukan, sistem secara instan akan bertanya ke berbagai sumber data mulai dari kepemilikan kendaraan, status pekerjaan dan upah, konsumsi listrik, hingga kepemilikan aset tanah semuanya database to database secara real time,” urainya.









